“Ut Omnes Unum Sint atau Ut Omnes Duo Sint?”


“Ut Omnes Unum Sint atau Ut Omnes Duo Sint?”

Oleh : Josua Safrizal Sibuea



 

 

 

 

 

Kata “Unum” diubah menjadi “Duo” dalam Bahasa Latin, yang artinya adalah “Dua”

 

 








 

Ut omnes unum sint adalah Motto dan/atau Amsal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) kalimat tersebut yang diambil dari Bahasa Latin, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti adalah “Biar semua menjadi satu adanya”, satu yang dalam artian secara umum adalah tidak terpecah belah atau menjadi dua bagian. Sama halnya dengan pengertian daripada “Organisasi”. Kalimat Ut omnes unum sint tentunya sering diucapkan oleh kader-kader GMKI itu sendiri yang mengartikan bahwa walaupun kita berbeda-beda, beda ras/suku/adat/tempat tinggal dll. Namun, kita tetap satu, satu dalam Gerakan yang dipimpin oleh Sang Kepala Gerakan yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jika dicocoklogikan dengan semboyan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yaitu “Bhineka Tunggal Ika” terdapat kesamaan dalam pengertian dan penjelasannya. Lahirnya motto GMKI tersebut bukanlah hanya sekadar kalimat biasa yang akan digaung-gaungkan agar kelihatan nyata adanya satu. Menilik sedikit sejarah GMKI yang berdiri sejak 09 Februari 1950 di Jakarta berdasarkan kesepakatan PMKI (Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan CSV (Christelijke Studenten Vereeniging) sehingga meleburkan diri menjadi suatu organisasi yang bernamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Sehingga lahirlah motto atau Amsal GMKI itu sendiri yakni “Ut Omnes Unum Sint” kalimat yang sering diucapkan, dinyanyikan dalam Mars GMKI “…..Ut Omnes Unum Sint, itulah Amsal kita” Kalimat ini tentunya bukan sembarang kalimat yang dituliskan dan dijadikan sebagai Motto dan/atau Amsalnya GMKI, sebab kalimat tersebut juga diambil dari ayat Alkitab yang tertulis pada Kitab Yohanes 17:21, penjelasannya ;

“Aku mohon, Bapa, supaya mereka semua menjadi satu, seperti Bapa bersatu dengan Aku, dan Aku dengan Bapa. Semoga mereka menjadi satu dengan Kita supaya dunia percaya bahwa Bapa yang mengutus Aku.”

 

Penulis bukanlah sosok orang yang lebih memahami tentang GMKI, sebab penulis merupakan kader yang baru dilahirkan (umur jagung) tentunya masih harus lebih dalam, lebih banyak lagi dalam mempelajari dan berproses di dalam GMKI ini. Harapan daripada penulis hanyalah kembali pada Motto atau Amsal GMKI. Adanya ide penulis untuk menuliskan artikel ini adalah didasari dengan kejadian yang terjadi saat ini di rumah biru atau GMKI, yang dimana pada beberapa waktu lalu terjadi suatu kericuhan di rumah biru tercinta kita ini. Maka dari itu artikel ini dibuat dengan secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun, disclaimer bilamana dalam artikel ini terdapat kata atau kalimat dan penjelasan yang kurang atau susah untuk dipahami.

 

 

Kongres GMKI yang ke XXXVII di Makale, Kabupaten Tana Toraja tahun 2022 lalu ternyata masih menyimpan sebuah polemic dan konflik, yang dimana kejadian yang terjadi baru-baru ini masih memiliki kaitan yang sangat ketat dengan momentum Kongres ke 37 tersebut. Pada kongres tersebut terpilih saudara Jefri Edi Irawan Gultom sebagai Ketua Umum dan Artinus Hulu sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Masa Bakti 2022-2024, dilanjutkan terpilihnya tim formatur dari 3 (tiga) Cabang untuk membantu Ketua dan Sekretaris Umum dalam menyusun jajaran/fungsionaris dalam melaksanakan tugas selama masa baktinya diantaranya Cabang Makassar, Cabang Makale dan Cabang Tondano. Dalam hal ini, formatur bertugas selama 1 (satu) bulan setelah kongres untuk membantu Ketua dan Sekretaris Umum yang dimana telah diatur pada Konstitusi GMKI. Namun, dalam perjalanannya terdapat konflik di internal formatur dalam hal menyusun fungsionaris Pengurus Pusat GMKI untuk masa bakti 2022-2024, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang dalam hal ini merupakan adalah melanggar daripada yang diatur dan ditetapkan pada Konstitusi GMKI.

 

Pada tanggal 28 Januari 2023 Artinus Hulu sebagai Sekretaris Umum terpilih melakukan serah terima jabatan dan pengukuhan pengurus pusat GMKI, hal tersebut dilaksanakan di GKI Kwitang, Jakarta Pusat dan serah terima jabatan (sertijab) tersebut tanpa dihadiri oleh Ketua Umum terpilih yaitu Jefri Edi Irawan Gultom. Tentunya ini menjadi tanda tanya yang besar di GMKI sendiri, ya mungkin jawabannya adalah “Kamu Nanya? Kamu Bertanya-tanya?”

Tak lama beredar informasi bahwa Jefri Gultom (JG) sebagai Ketua Umum mengeluarkan pendapat di beberapa portal berita yang menyatakan bahwa serah terima jabatan yang dilakukan oleh Artinus Hulu (AH) adalah “Inkonstitusional” atau melanggar konstitusi GMKI, “serah terima jabatan yang dilakukan oleh saudara Artinus Hulu tersebut merupakan tindakan inkonstitusional” ucap JG “tanggal  31 Januari 2023 nanti akan dilakukan serah terima jabatan yang resmi dan bukan inkonstitusional” ucap JG dengan tegas. Namun hal tersebut dibantah oleh Sekretaris Umum terpilih AH “Serah terima jabatan yang dilakukan pada tanggal 28 Januari 2023 adalah sah dan merupakan sesuai dengan keputusan daripada formatur” ucap AH dengan tegas.

Maka sesuai dengan pernyataan Jefri Edi Irawan Gultom, pada tanggal 31 Januari 2023 dilakukanlah serah terima jabatan sekaligus pengukuhan personalia/fungsionari Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2022-2024 di GGIB Cikini, Jakarta Pusat. Sebelum menuju ke GGIB Cikini, Jakarta Pusat berita undangan disampaikan ke seluruh cabang se-tanah air beralamatkan di GPIB Paulus Jakarta, namun pihak gereja menolak gedungnya untuk dijadikan tempat untuk melaksanakan serah terima jabatan dengan alasan harus mendapatkan ijin dari polda metro. Maka itu serah terima jabatan dilakukan tetap pada tanggal 31 Januari 2023 di GGIB Cikini, Jakarta Pusat dan itu disiarkan secara langsung di Channel YouTube GMKI Channel.

 

Serah terima jabatan sekaligus pengukuhan personalia/fungsionaris PP GMKI Masa Bakti 2022-2024 dilakukan 2 kali dengan struktur fungsionaris yang ganda selain Ketua Umum dan Sekretaris Umum yang tetap. Berikut penulis lampirkan dalam bentuk table struktur fungsionaris PP GMKI Masa Bakti 2022-2024 :

 

 

28 Januari 2023

31 Januari 2023

Jabatan

Nama Pengurus

Ketua Umum

Jefri Edi Irawan Gultom

Jefri Edi Irawan Gultom

Ketua Bidang Organisasi

Freedom Rombot

Hendra Leonardo Manurung

Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian

Wulan Nainggolan

Yoel Umbu Rungariti

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan

Stave Joss Tarore

Ranto Sadwijan Ambonius Pasaribu

Ketua Bidang Media Komunikasi dan Informasi

Brian L. Samosir

Noven Honorius

Ketua Bidang Hubungan Internasional

Hans Harapan Siagian

Refin Micate

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif

Cesardo A.J Siringo-ringo

Tandiesak Parinding

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan

Sarinah Yuniwati Simamora

Meliana Gultom

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan

Wislon Paembonan

Luki Marselwino

Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman

Barken Yoyakim Rahayan

Nia Felix Pusop

Sekretaris Umum

Artinus Hulu

Artinus Hulu

Wakil Sekretaris Umum

Alderianto Faldy

Marta Elisabet Titi Halawa

Sekretaris Fungsional  Organisasi

Rediston Sirait

Keneiginau

Sekretaris Fungsional  Pendidikan Kader

Eduart Mautu

Abraham Saleh

Sekretaris Fungsional Kerohanian

Panca Situmorang

Sterkelis

Sekretaris Fungsional Gereja

Alfonsus Rubun Sihotang

Yusuf Simbiak

Sekretaris Fungsional Masyarakat

Fedirman Laia

Falber Riswanto Siahaan

Sekretaris Fungsional Perguruan Tinggi

Ghorga Donny Manurung

Juwita Teresia Panjaitan

Sekretaris Fungsional Media Komunikasi dan Informasi

Daud Maibaho

Martin Ronaldo Pakpahan

Sekretaris Fungsional Hubungan Internasional

Ria Claudia Watulingas

Jesika

Sekretaris Fungsional Ekonomi Kreatif

Agnes Sinaga

Nofrita Sandate

Sekretaris Fungsional Pemberdayaan Perempuan

Asterlita Tirsa Raha

Olivia Wogono

Sekretaris Fungsional Penelitian dan Pengembangan

Eva Fraswidano

Ferdinan Umbu

Sekretaris Fungsional Agraria dan Kemaritiman

Rufino Putra Wattimena

Wilson Tembonan

Bendahara Umum

Teguh Penemuan Nababan

Wulan Zamili

Wakil Bendahara Umum

Elisa F Hutajulu

Melia Silaban

Koordinator Wilayah I

Arion Bangkit Pasaribu

Hizkia Ronaldo Silalahi

Koordinator Wilayah II

Robi Triputra Nababan

Fajar Sihombing

Koordinator Wilayah III

Richad Fernando Simanjuntak

Yulius

Koordinator Wilayah IV

Jonboltus Fara

Jomboltus

Koordinator Wilayah V

Frandy A.L Fanggi

Hizkia Trianto

Koordinator Wilayah VI

Jhoni Sanjaya Suhin

Kristianto Triwibowo

Koordinator Wilayah VII

Mikdon Hede Patu

Arnol

Koordinator Wilayah VIII

Ardi Lulun

Restu

Koordinator Wilayah IX

Trisno Pali Onoan

Trisno

Koordinator Wilayah X

Marko Rampengan

Marko Rampengan

Koordinator Wilayah XI

Miraldo A. Andries

Donatus

Koordinator Wilayah XII

Rafael Viktor Tibul

Mince

Koordinator Wilayah XIII

Andi Pramtomo

Sandi

Koordinator Wilayah XIV

Andrianus

Andrianus

Koordinator Wilayah XV

Reinnel Kristo Hontong

Fandi Salasa

 

Sumber : https://opsi.id/read/resmi-dilantik-berikut-nama-nama-pengurus-pusat-gmki-masa-bakti-2022-2024

Sumber : Channel YouTube GMKI Chnnel

 

 

Hal ini tentunya menjadi suatu tragedi dalam sejarah GMKI di umur yang ke 73 tahun (09 Februari 1950 – 09 Februari 2023), dimana pada saat ini terjadi 2 (dua) kali serah terima jabatan, yang merupakan kali pertama dalam sejarah GMKI.

 

Melihat kondisi GMKI saat ini yang dimulai dari Internal Pengurus Pusat GMKI dimana dalam hal ini dipimpin oleh JG dan AH menjadi terpecah belah. Kalimat Ut Omnes Unum Sint tentunya tidak lagi indah seperti pengertian, makna dan keutuhannya, bisa disimpulkan di tingkatan Pengurus Pusat GMKI hari ini menjadi Dualisme, sungguh sangat disayangkan keduanya masih sama-sama menggaungkan Motto dan/atau Amsal GMKI itu sendiri yang merupakan tidak sesuai.

Apakah layak Motto dan/atau Amsal GMKI Ut Omnes Unum Sint digunakan untuk saat ini? Tentu jawabannya “Kamu Nanya? Kamu Bertanya-Tanya? Udah join Live Sertijab belum?”

Ironis bukan?

Pada tanggal 23 September 2022 lalu, penulis mengupload sebuah postingan di media sosial Instagram yang berjudul “Sudah terlihat mata-mata yang haus dengan kekuasaan”, postingan ini tentunya bukanlah sekadar tulisan mabuk, suntuk, asal-asalan atau dll. Tetapi, memang faktanya “Haus akan kekuasaan” itu tidak akan pernah lepas di dalam tubuh organisasi, terkhususnya dalam GMKI.



Sumber : https://www.instagram.com/p/Ci0cKOBBcNh/?utm_source=ig_web_copy_link



Saling menyalahkan dan saling menyerang satu sama lain dan saling menuduh bahwa yang dilakukan oleh kubu 1 adalah Inkonstitusional dan di kubu 2 adalah konstitusional, begitu pula dari kubu 1 mengatakan yang dilakukan oleh kubu 2 adalah inkonstitusional. Tidak ada titik terang sampai saat ini antara siapa yang benar dan siapa yang salah, saling memperkokoh tembok mendirikan rumah seolah-olah rumah tersebut yang paling megah, seolah-olah yang paling paham dengan Konstitusi GMKI, seolah-olah paling mengerti dan paling memahami GMKI.

 

“Lucu dan sangat lucu”,,,,,

Tidak ada yang mau merendahkan hati, tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau bersatu, keduanya sama-sama bersikeras, keduanya sama-sama keras kepala. Dan lebih lucunya adalah tindakan yang dilakukan oleh JG dan AH itu mendapatkan dukungan (sama-sama mendapatkan dukungan) dari senior, beberapa senior mendukung AH dan beberapa senior mendukung JG, bahkan beberapa tingkatan cabang mendukung AH dan beberapa diantaranya pula mendukung JG. Kata “Kubu” menjadi sangat terang benderang di rumah biru ini, dan bahkan menjadi sangat besar. Lantas apakah masih pantas motto dan/atau amsal GMKI yakni Ut Omnes Unum Sint untuk digunakan?

Lebih baik Motto dan/atau Amsal GMKI “Ut Omnes Unum Sint” diubah menjadi “Ut Omnes Duo Sint” itu sangat cocok dan sangat-sangat pas sesuai dengan apa yang terjadi saat ini. Kalimat Ut Omnes Duo Sint itu juga diambil dari Bahasa Latin yang diartikan ke dalam Bahasa Indonesia ”Biar semua menjadi dua apa adanya” namun kalimat ini tidak memiliki penjelasan yang kongkrit, tidak ada penjelasan Alkitabiah, tidak ada makna tersirat dan penjelasan secara alami, hanya memiliki alasan yakni “Keegoisan” sama halnya dengan kondisi yang terjadi saat ini, tidak ada penjelasan kongkrit, tidak ada penjelasan secara Alkitabiah, tidak ada penjelasan secara alami dan ilmiah, semuanya memiliki alasan keegoisan.

Bersyukurlah sampai saat ini masih terdapat beberapa cabang yang ada di Indonesia berupaya untuk menyatukan kembali Ketua dan Sekretaris. Jika diantaranya terdapat banyak yang mendukung tindakan yang dilakukan oleh Ketua dan Tindakan yang dilakukan oleh Sekretaris adalah hal terbodoh yang memiliki alasan tidak sesuai dengan Visi Misi GMK. Berhentilah saling menuduh sebagai “Perusak GMKI”, sebab keduanya adalah sama-sama Perusak GMKI hal itu dibuktikan dengan apa yang terjadi!

 

Melalui tulisan ini penulis berharap agar konflik ini segera hangus dan kembali normal seadanya, tanpa adanya perpecahbelahan, dan kembali menjadi satu seperti Motto GMKI. Sekian dari penulis, terimakasih telah membaca, semoga dapat dipahami.

Akhir kata saya ucapkan Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian, Ut Omnes Unum Sint, Shalom.


Tembusan : Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Dari Kongres ke I hingga Kongres ke XXXVII.

 

 

 

Bandar Lampung, 01 Februari 2023

 

 

Josua Safrizal Sibuea

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat GMKI Cabang Bandar Lampung

75th GMKI : Refleksi Lagi?